FILOSOFI LUKISAN


Karya lukis atau yang biasa disebut lukisan, bukan hanya sebuah elemen dekorasi ruangan untuk mempercantik saja, tetapi ada juga yang mengandung filosofi. Yaitu sebuah nilai yang diyakini oleh kalangan tertentu akan membawa hoki, ketentraman, serta kebaikan dan kemajuan hidup bagi yang empunya. Tak jarang calon pembeli lukisan mencari lukisan dengan objek-objek tertentu. Hal tersebut bisa berhubungan dengan feng shui, shio, keyakinan, maupun pandangan bisnis semata.
Berikut adalah jenis lukisan dengan objek-objek tertentu yang sering sekali dicari di pasaran yang diyakini ada kandungan makna bagi pemiliknya :
1. lukisan dengan objek KUDA
Mempunyai makna keperkasaan, kekuatan, kejantanan. DELAPAN KUDA
memiliki makna 8 arah mata angin. Sedangkan KUDA LARI MENING-
GALKAN DEBU maknanya adalah kesuksesan.

2. lukisan dengan objek IKAN KOI
Mempunyai makna hoki. Biasanya 9 KOI, yaitu angka tertinggi
dalam hiutngan keberuntungan.

3. lukisan dengan objek BAMBU
Mempunyai makna kuat, bersahaja, dan berumur panjang.

4. lukisan dengan objek BUNGA
Mempunyai makna keharmonisan dan terus berkembang.

5. lukisan dengan objek MERPATI
Mempunyai makna keserasian, keharmonisan, dan kesetiaan.

6. lukisan dengan objek KERBAU atau MEMBAJAK SAWAH
Mempunyai makna bekerja keras untuk menghasilkan panen.

7. lukisan dengan objek GEROBAG SAPI
Mempunyai makna maju terus dalam usaha maupun bisnis.

8. lukisan dengan objek PANEN
Mempunyai makna meraup hasil (panen). Biasanya untuk kantor atau
tempat usaha supaya bisa mendapatkan hasil yang melimpah.

9. lukisan dengan objek PASAR
Mempunyai makna bagus dalam pemasaran. Ini ada hubungannya
dengan hal-hal perdangan maupun usaha yang menghasilkan barang
dan jasa.

10. lukisan dengan objek TERATAI / LOTUS
Mempunyai makna kesucian hati dan keberkahan.

11. lukisan dengan objek AIR TERJUN
Mempunyai makna rejeki yang mengalir terus tiada henti.

Demikian sedikit penjelasan ini semoga dapat bermanfaat dan
menjadi acuan bagi para pecinta seni lukis (lukisan), para calon pembeli lukisan, dan para pemburu lukisan dalam kerangka bisnis.

TIP MENGGAMBAR – MELUKIS DENGAN MEDIA CAT AIR


Banyak media yang dapat digunakan dalam berolah seni. Salah satunya adalah cat air atau water color. Bagi banyak kalangan beranggapan  bahwa menggambar atau melukis dengan menggunakan media cat air itu sulit. Sebenarnya tidak ada istilah sulit atau susah, asalkan kita  mengerti caranya. Diantaranya kita harus tahu sifat dan karakter media, cara memperlakukan media, menguasai teknik, dan pemilihan alat yang tepat. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berkarya dengan menggunakan cat air :

1. Mamilih cat air yang baik  

    Untuk menghasilkan sebuah karya yang baik salah satunya harus didukung media/bahan yang memenuhi 

    standar kualitas. Cat air dengan harga mahal biasanya berkualitas bagus. Bagus yang dimaksud adalah

    berwarna cerah, tajam/kuat dan tidak mudah kering bila tersimpan lama, tentunya dalam kondisi selalu

    tertutup. Ada juga cat air dengan harga relatif terjangkau (murah) tapi kualitasnya bagus. Contoh merk

    Osama. Sedangkan untuk memilih cat air yang bagus : kalo dibuka tutup tubenya sudah berlubang (tidak

    mencoblos lagi/melubangi), warna tube mengkilat seperti silver (tidak pucat atau tidak tertutup oleh cat warna

    putih). Tube yang terbuat dari bahan plastik biasanya berkualitas bagus.

2. Pemilihan kertas yang cocok

    Kertas yang paling sesuai adalah kartas aquarel, namun harganya relatif mahal. Untuk kertas dengan harga

    terjangkau bisa menggunakan kertas gambar biasa yang bagus, yaitu kertas padalarang, kertas gambar merk

    Sinar Dunia, Kyky dan sekualitas itu.

3. Memilih kuas yang sesuai

    Kuas yang cocok untuk berkarya cat air adalah kuas cat air. Merk Pagoda harganya sangat terjangkau di

    semua kalangan. Tersedia juga kuas cat air yang lebih bagus, dan tentunya lebih mahal.

 

Teknik dan langkah menggambar – melukis dengan cat air :

1. Buatlah sketsa menggunakan pensil apabila belum berani menggores langsung dengan kuas/cat.

2. Campurlah cat dengan air (menurut kebutuhan)

3. Mulailah dengan warna ringan/lemah dan encer untuk menebalkan sketsa. Biasanya warna yellow ocrhe,

    karena warna ini bersifat fleksibel.

4. Perkuat warna-warna sesuai dengan warna objek. Ekspresikan sesuai kuat lemahnya warna objek.

5. Buatlah backgroun untuk lebih menghidupkan karya.

6. Berilah sentuhan akhir (finishing). Rapikan warna, kuatkan gelap-terang, dan sentuhan yang diperlukan.

7. Selamat berkarya.

 

Contoh gambar – lukisan cat air :

Image

Image

Image

Maaf, karyaku kurang bagus.

Semoga bermanfaat. Matur nuwun !!!!

 

   

   

 

 

 

     

Apple #


Apple #

Oil on canvas
110 X 130 cm

green apple


green apple

100 X 140 cm
oil on canvas

Apple #


Apple #

Oil on canvas
145 X 145 cm

Apple in contemporery painting


Apple in contemporery painting

Oil on canvas
145 X145 cm

TEMA SENI RUPA MURNI NUSANTARA


Berbicara tentang tema seni rupa hendaknya dibedakan dengan judul karya seni.

Yang dimaksud  tema dalam hubungannya dengan karya seni adalah gagasan pokok atau hal pokok yang terkandung di dalam suatu karya seni. Sedangkan seni rupa murni nusantara adalah karya seni rupa yang hanya dinikmati keindahannya saja, yang terdapat di daerah-daerah wilayah nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Dan ini menjadikan ciri khas seni rupa daerah tersebut. Di sini kita akan membicarakan jenis karya seni lukis dan patung, karena seni grafis dan seni keramik kurang menjadi corak khas kedaerahan.

A. Seni Lukis

   1. Seni lukis Papua

Biasa mengambil tema mahluk hidup (manusia dan binatang). Seni lukis

Papua ini kebanyakan bercorak primitif, karena banyak mendapat

pengaruh seni Abirigin. Media kayu lebih mendominasi karya seni rupa

daerah ini.

2. Seni lukis  klasik Bali

Banyak mengambil tema Mahabarata, Ramayana, Dewa-dewi, dan juga

mahluk hidup. Di daerah Ubud, Kintamani, banyak masyarakat yang

menghasilkan lukisan klasik , yang cukup memberikan corak khas karya

seni rupa daerah ini.

       3. Seni lukis wayang beber

Wayang beber merupakan karya seni lukis tertua di Jawa. Lukisan ini

banyak mengambil tema cerita-cerita Panji. Dengan demikian jelas bahwa

seni lukis wayang beber biasa mengolah objek cerita tentang sekitar

Kerajaan Jenggala dan Kediri.

4. Seni lukis tradisional Yogyakarta

Banyak mengambil tema tentang kehidupan rakyat kecil, seperti pasar,

penjual ayam, petani, dsb.

5. Seni lukis Sukaraja

Kebanyakan mengambil tema panorama alam atau pemandangan. Lukisan

hampir tersebar di daerah-daerah Jawa Tengah. Karena selain harganya

yang terjangkau di semua kalangan, juga dapat dibuat secara masal dan

cepat.

6. Seni lukis kaca Cirebon

Banyak mengambil tema cerita Tionghoa (China), Sejarah para Wali, dan

sekitar penyebaran islam di Jawa. Di Yogyakarta juga terdapat seni lukis

kaca dengan mengolah objek cerita India dan cerita Hindu, akan tetapi

tidak cukup memberikan corak khas seperti Cirebon.

 

B. Seni Patung

1. Seni patung Papua

Kebanyakan bertemakan mahluk hidup (manusia dan binatang). Dengan

media kayu dan batu dapat diciptakan karya seni patung yang bercorak

primitif, lekat dengan nuansa kesukuan yang kuat.

  2. Seni patung Klasik Bali

Biasa mengambil tema dewa-dewi dan mahluk hidup seperti garuda atau

jatayu, lembu, katak, dan kehidupan manusia.     Seni patung klasik  Bali

banyak terbuat dari bahan batu dan kayu.

3. Seni patung tradisional Yogyakarta

Lebih dikenal dengan sebutan Loro blonyo. Banyak mengambil tema

Raja dan Ratu, pengantin, abdi ( batur= Jawa ), punakawan dalam cerita

pewayangan. Patung loro bloyo ini sebagian besar terbuat dari bahan

tanah liat.

4. Seni patung Muntilan

Kebanyakan terbuat dari bahan batu kali atau batu hitam. Biasa dengan

tema mahluk hidup, tokoh sejarah Hindu dan Budha seperti Sang Budha

Gautama, Rorojonggrang, Ganesha, Trimurti, dsb.

  5. Seni patung Juwana

Terbuat dari bahan logam kuningan dan perunggu. Kebanyakan objek

dengan tema kebudayaan China seperti naga, Kwan Im, serta patung-

bercorak China lainnya.

6. Seni patung Dayak Kalimantan

Biasa mengambil tema leluhur ( patung nenek moyang), hudoq, dan

burung enggang. Bahan kebanyakan terbuat dari kayu dan ada pula yang

terbuat dari bahan batu.

 

Sejalan dengan perkembangan seni lukis dan seni seni patung yang semakin maju ( seni lukis modern, posmodern, kontemporer),  sangat penting kiranya kita untuk mengenal, mengapresiasi serta tetap menjaga kekayaan seni budaya tersebut di atas sebagai tolok ukur bangsa yang besar dan berbudaya. (tono rst).

 

 

 

 

PERIODISASI PERKEMBANGAN SENI RUPA NUSANTARA


Perkembangan seni rupa terapan sejalan dengan perkembangan akal dan budaya manusia. Pada awalnya, manusia menciptakan karya seni rupa terapan untuk memenuhi kebutuhan fisik akan alat. Peralatan untuk berburu, peralatan yang berupa wadah, alat untuk bercocok tanam, dan lain sebagainya. Secara jelas perkembangan seni rupa terapan dapat dibagi menjadi :

1. Seni Rupa Zaman Batu

2. Seni Rupa Zaman Logam

3. Seni Rupa Zaman Klasik

4. Seni Rupa Zaman Kolonial

5. Seni Rupa Zaman Kemerdekaan

 

Ciri-ciri perkembangan masing-masing periode :

* Perkembangan Seni Rupa Zaman Batu

a. seni rupa zaman batu tua ( palaeolithicum )

Contoh hasil karya berupa peralatan serpih, mata tombak, mata

panah.

b. seni rupa zaman batu tengah ( mezolithicum )

Contoh hasil karya berupa kapak perimbas, kapak lonjong,

beliung persegi.

c. seni rupa zaman batu muda ( neolithicum )

Contoh hasil karya zaman ini ditandai dengan karya kebudayaan

batu besar ( megalithicum ) misalnya punden berundak, menhir,

sarkofagus, dolmen, peti kubur batu, waruga.

 

* Perkembangan Seni Rupa Zaman Logam

a. seni rupa zaman perunggu

Contoh karya berupa kapak perunggu, candrasa, nekara, moko.

b. seni rupa zaman besi

Contoh karya berupa alat bercocok tanam, alat upacara adat,

dan berbagai macam senjata.

 

* Seni Rupa Zaman Klasik

Seni rupa zaman klasik berkembang pada masa munculnya kerajaan-kerajaan

nusantara.  Hasil karya berupa bangunan istana, kaligrafi, ukiran, mimbar,

wayang kulit, perabotan rumah tangga, candi, bangunan masjid, dsb.

 

* Seni Rupa Zaman Kolonial

Ini ditandai dengan lahirnya gerakan seni rupa baru indonesia. Beberapa

tokoh seniman lukis Indonesia seperti Affandi, Soedjojono, Hendra Gunawan,

Trubus, Dullah Suryasubrata, mendirikan Persatuan Ahli Gambar Indonesia

( PERSAGI ). Pada zaman ini karya seni rupa banyak dimanfaatka untuk

keperluan kedokteran. Selain itu seni bangun corak kolonial banyak

memberikan tanda di wilayah Indonesia.

 

* Seni Rupa Zaman Kemerdekaan

Pada masa ini seni rupa semakin berkembang pesat. Banyak karya seni dengan

corak atau aliran baru dengan ditandai :

– banyaknya karya seni instalasi (hapening art)

– sistim komputerisasi pada pengolahan karya seni rupa

– berkembangya karya seni rupa kontemporer

– munculnya karya seni vidio art

 

Belakangan ini perkembangan seni rupa Asia termesuk Indonesia telah masuk

dan mengambil alih kejayaan seni rupa dunia. Para perupa dari Asia seperti Zuming jun, Fangli Yun ( Cina ), Nyoman Msriadi, Handiwirman, Putu Sutawijaya, Agus Suwage ( Indonesia ) berhasil mendongkrak kebangkitan seni

lukis Asia.

 

ADA APA DENGAN SENI?


Dalam tiap hari, tiap waktu, manusia tidak dapat atau hampir selalu berdekatan dengan seni. Tapi tidak sedikit yang paham tentang seni. Kalo ditanya : “Apa yang dimaksud seni itu?” Jawabnya adalah seni lukis, reog, tarian, musik, dan masih banyak lagi. Ini sungguh tidak tepat. Sebenarnya, apa pengertian seni itu?

Secara umum, seni dapat diartikan sebagai semua hasil karya manusia yang bersifat indah, diciptakan melalui proses yang luar biasa, dan dapat menyenangkan hati serta perasaan seseorang karena keindahan dan kehalusannya.

Pendapat Plato, seni adalah hasil tiruan dari alam yang bersifat indah.

Menurut Aristoteles, seni adalah hasil tiruan dari alam, oleh karena itu seni harus indah, baik dan sempurna.

Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya yang bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa manusia lainnya.

Menurut Erich Kahler, seni adalah suatu kegiatan manusia yang menjelajahi, menciptakan realitas dengan simbol atau kiasan tentang keutuhan dunia kecil yang mencerminkan dunia besar.

Cabang-Cabang Seni

Di dunia ini seni dapat dibagi menjadi 5, yaitu :

1. Seni Visual ( visual art )

Contoh : lukisan, gambar, hiasan dinding, patung, ukiran, bangunan,  taman,

dekorasi, dan sebagainya.

2. Seni Audio ( audio art )

Contoh : musik, lagu/nyanyian, qiroati, dll.

3. Seni Gerak

Contoh : tarian, senam, sendratari, dance, ballet.

4. Seni Sastra

Contoh : novel, cerpen, pantun, puisi, gurindam, talibun, bidal, karmina, dsb.

5. Seni Teater

Contoh : drama, wayang orang, kethoprak, lenong, ludruk, sintren, dsb.

Seni Visual ( Visual art )

yaitu semua hasil karya seni yang dapat dinikmati keindahannya melalui indra penglihatan. Dalam kehidupan sehari-hari seni visual juga disebut seni rupa.

Cabang-cabang Seni Rupa

a. Menurut Bentuk / Wujudnya:

1. Seni Rupa Dwimatra ( dua dimensional ), yaitu karya seni rupa yang hanya

dapat dilihat dari satu arah pandang (depan saja). Dengan kata lain

memiliki ukuran panjang dan lebar saja.

Contoh : Lukisan, gambar, hiasan dinding, dsb.

2. Seni Rupa Trimatra ( tiga dimensional)

yaitu karya seni rupa yang dapat dinikmati / dilihat dari berbagai arah

pandang. Dengan demikian memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi.

Contoh : patung, bangunan, monumen, taman, dsb.

b. Menurut Fungsinya

1. Seni Rupa Murni ( Pure Art ), yaitu karya seni rupa yang hanya dinikmati

keindahannya saja.

Contoh : lukisan, patung, seni grafis, seni keramik.

2. Seni Rupa Terapan ( Appliet Art ), yaitu karya seni rupa yang lebih

mempertimbangkan aspek fungsi atau kegunaan selain juga nilai

keindahannya.

Contoh : meja ukir, almari ukir, kursi rotan, vas bunga, permadani,

desain mobil, rumah, dsb.

Untuk dapat menciptakan sebuah karya seni yang bagus menurut pertimbangan esthetika, maka harus mempertimbangkan unsur-unsur seni rupa dan prinsip-prinsip seni rupa sebagai berikut:

Unsur-unsur Seni Rupa

– titik / point

– garis / line

– bidang / shape

– gelap terang / value

– warna / colour

– nilai raba atau sifat permukaan benda / textur.

Prinsip-prinsip Seni Rupa

* keutuhan / unity

* keselarasan / harmony

* keseimbangan / balance

* dominasi / point of interest

Sifat-sifat Dasar Seni

1. kreatif

2. individual

3. abadi

4. universal

5. ekspresi

Oil on Canvas Painting


Lukisan karya Tono Rst.

Apple #

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ukuran : 100 x 140 cm

Cerita : Ancaman dan hal-hal yang membahayakan kadang tidak datang dalam

wujud yang menyeramkan, tapi dapat berujud indah dan lembut.